Menguak Koleksi Sastra Bali Kuno di Gedong Kertya dan Museum Buleleng

Category: Tempat Wisata 837 0

Tahukah anda jika di kota Singaraja terdapat sebuah perpustakaan Lontar di dunia yang menyimpan banyak kesusasteraan Bali, mantra, mitos, pengobatan dan beragam koleksi bersejarah lainnya? Perpustakaan ini merupakan satu-satunya di dunia yang menjadi tempat penyimpanan lontar-lontar bersejarah.
Gedong Kertya

Perpustakaan ini bernama perpustakaan Lontar Gedong Kertya. Gedong Kertya dan Museum Buleleng terletak di lingkungan Pura Seni Sasana Budaya Singaraja, tepatnya di jalan Veteran no. 23 Singaraja. Gedong Kertya adalah perpustakaan lontar yang ada hanya satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia.

Perpustakaan Gedong Kertya sendiri didirikan pada tahun 1928 oleh bangsa Belanda yang bertepatan dengan Sumpah Pemuda Indonesia. Gedong Kertya sendiri memiliki arti “mencoba’ yang berasal dari bahasa Sansekerta. Gedong Kertya ini awalnya sepi kunjungan, namun pada masa Dr Ketut Wirata Sindhu menjadi Bupati Buleleng, barulah Gedung Kertya ini dikembangkan menjadi sebuah tempat wisata sejarah yang hingga kini banyak dikunjungi oleh para wisatawan terutama wisatawan yang tertarik tentang benda-benda bersejarah dan kesenian yang adfa di perpustakaan Gedung Kertya ini.
Lontar Gedong Kertya

Di dalam gedung tersimpan ribuan lontar yang berisi salinan teks tulisan tangan yang berhubungan dengan kesusastraan Bali, mitos, pengobatan, mantra-mantra, sastra religius dan lain lain. Selain itu di perpustakaan ini juga terdapat “prasi” yaitu lontar yang berisikan gambar berbentuk komik. Jika dihitung, lontar-lontar yang ada di perpustakaan ini berjumlah sekitar 4000 lontar. Semua lontar tersebut disimpan rapi di dalam sebuah kotak kayu.

Selain itu, di kawasan ini juga terdapat sebuah museum yang bernama Museum Buleleng. Jaraknya tak jauh dari perpustakaan lontar, letaknya hanya beberapa meter di sebelah timur Gedong Kertya.
Gedong Kertya

Di dalam Museum Buleleng ini anda dapat menyaksikan koleksi-koleksi benda purbakala dan benda-benda seni seperti sarkofagus, patung, senjata, lukisan, kain-kain, kerajinan emas dan perak serta benda-benda bersejarah lainnya. Benda-benda seni bersejarah tersebut memiliki kaitan yang erat berhubungan dengan kehidupan masyarakat Bali Utara seperti alat pertanian dan alat nelayan. Museum Buleleng ini terbilang masih baru karena baru didirikan pada tanggal 30 Maret 2002. Namun dari awal peresmiannya, Museum Buleleng cukup sering dikunjungi wisatawan maupun para pelajar yang sedang mengkaji tetntang peninggalan-peninggalan sejarah maupun para pelajar yang sedang berdarma wisata.

Related Articles

Add Comment