Tiwah – Ritual Mensucikan Jenazah Suku Dayak

Category: Tempat Wisata 708 0

Suku Dayak merupakan salah satu suku yang paling terkenal di Indonesia. Suku ini dikenal memiliki beragam keunikan. Mulai dari adat istiadat, seni budaya hingga ritual mistik. Salah salah satu ritual yang cukup unik sekaligus mistis dari Suku DAyak adalah Ritual Tiwah. Tiwah merupakan sebuah ritual atau prosesi adat Suku Dayak yang bertujuan untuk mengantarkan roh dari kerabat yang telah meninggal untuk menuju alam baka. Ritual Tiwah ini sekaligus menjadi ritual kematian tingkat akhir. Perlu diketahui, tak semua suku dayak melakukan ritual tiwah ini, hanya suku dayak yang ada di Kalimantan Tengah, khususnya suku dayak pedalaman yang menganut kepercayaan Kaharingan. Kaharingan merupakan kepercayaan leluhur suku dayak.

Tiwah - Ritual Mensucikan Jenazah Suku Dayak

 

Ritual Tiwah ini memiliki tujuan untuk mengantar dan meluruskan perjalanan roh almarhum menuju surga atau dalam bahasa sangiang disebut dengan Lewu Tatau. Selain itu ritual tiwah ini juga berfungsi untuk menjauhkan kesialan (rutas) bagi keluarga yang ditinggalkan dari berbagai pengaruh negatif yang menimpanya serta untuk melepas ikatan status janda/duda bagi mereka yang merupakan pasangan berkeluarga.

Prosesi Tiwah
Untuk melaksanakan ritual ini tidaklah mudah dan diperlukan persiapan waktu yang cukup lama. Bahkan dalam sekali prosesi bisa memakan waktu berhari-hari hingga berbulan-bulan. Selain itu diperlukan pula biaya yang tidak sedikit. Jika dilihat ritual ini ada kemiripan dengan ritual ngaben di bali, hanya saja ngaben, jenazah dikremasikan. Ritual tiwah baru bisa dilakukan jika seseorang yang telah meninggal dan sudah dikubur dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga yang tersisa hanya tinggal tulangnya saja.

Sebelum melaksanakan ritual tiwah, biasanya akan digelar Ritual Tantulak terlebih dahulu. Ritual Tantulak ini berfungsi untuk mengantar roh almarhum menuju ke Bukit Malian sebelum akhirnya menuju ke tempat persinggahan terakhir. Bukit Malian sendiri menurut kepercayaan setempat adalah alam tempat roh suci manusia tinggal sebelum lahir ke dunia. Di bukit inilah roh akan menunggu sebelum diberangkatkan ke tempat persinggahan terakhir (alam baka) melalui Ritual Tiwah.

setelah ritual tantulak usai, barulah ritual tiwah dilaksanakan. Ritual Tiwah dimulai dengan prosesi mensucikan dan memindahkan jenazah almarhum dari liang kubur menuju ke rumah kecil yang khusus dibuat untuk yang telah meninggal. rumah kecil ini disebut Sandung. Setelah melaksanakan Ritual Tiwah, mereka (pasangan sang almarhum) diperkenankan untuk menentukan lagi pasangan hidup selanjutnya ataupun tetap memilih untuk tidak menikah lagi.

 

Related Articles

Add Comment