Tradisi Karapan Sapi Madura

Category: Tempat Wisata 90 0

Tradisi Karapan Sapi Madura

Madura – Identik dengan tradisi karapan sapi. Karapan sapi adalah perlombaan pacuan sapi dengan menggunakan sebuah kereta kayu berukuran kecil yang berfungsi sebagai tempat pijak untuk sang joki. Sang joki inilah yang bertugas mengendalikan laju sapi agar melaju cepat mencapai garis finish. Jarak lintasannya adalah 100 meter, yang pertama menyentuh garis finish, itulah yang menang. Tradisi Karapan Sapi sangat populer, bahkan tradisi ini menjadi tontonan rutin bagi para wisatawan. Selain itu Karapan sapi juga merupakan ajang pesta rakyat bagi masyarakat Madura.

Lomba karapan sapi diadakan setahun sekali antara bulan Agustus atau awal September hingga akhir September atau Oktober. Lomba karapan sapi bagi masyarakat Madura merupakan sebuah event yang bergengsi, karena lomba ini memperebutkan Piala bergilir presiden.

Sebelum lomba dimulai, sapi-sapi yang akan mengikuti lomba terlebih dahulu diarak keliling arena pacuan. Dalam prosesi arak-arakan sapi ini, akan diiringi oleh gending gamelan madura yaitu Sorenen. Lombanya sendiri dibagi menjadi tiga tahapan atau babak. Tahapan pertama yakni lomba untuk menentukan kelompok pemenang dan kelompok yang kalah. Tahapan kedua yakni lomba antar kelompok yang kalah. Dan tahapan yang ketiga adalah lomba antar kelompok yang menang pada tahap pertama, tahapan ini sekaligus menjadi penetuan juara.

Awal mula tradisi karapan sapi adalah pada masa lalu, madura memiliki tanah yang kurang subur untuk bercocok tanam. Hingga suatu masa datanglah seorang ulama Sumenep yang bernama Syeh Ahmad Baidawi. Beliau memperkenalkan kepada masyrakat madura cara bercocok tanam dengan terlebih dahulu membajak sawah dengan menggunakan “nanggala” atau “sanggala” yang ditarik oleh dua ekor sapi. Nanggala adalah sepasang bambu yang digunakan untuk membajak (kalau zaman karang mungkin disebut alat bajak sawah). Dan dari situlah awal mula muncul tradisi karapan sapi. Awalnya tradisi ini bertujuan untuk memperoleh sapi-sapi yang kuat untuk membajak sawah.

Sapi yang digunakan untuk karapan merupakan simbol status sosial bagi seseorang. Biasanya sapi yang digunakan dalam lomba adalah sapi-sapi dengan kualitas unggulan yang harganya sangat mahal. Untuk perawatannya saja bisa mencapai empat juta rupiah per pasang sapi setiap bulannya. Tak heran jika sapi-sapi tersebut mempunyai tubuh yang kuat dan kekar. Bisa ditaksir dong berapa harga sapi yang memenangi perlombaan?

Related Articles

Add Comment