Tradisi Potong Jari Suku Dani

Category: Tempat Wisata 170 0

Tradisi Potong Jari Suku Dani

Suku Dani – adalah salah satu suku yang ada di Papua. Suku ini hidup dan bermukim di wilayah Lembah Baliem, Pegunungan Tengah, Papua. Suku ini memiliki sebuah tradisi yang unik. Suku ini memiliki tradisi potong jari. Terdengar sangat menyeremkan memang, namun percaya tidak percaya tradisi ini memang benar adanya. Tradisi ini merupakan bentuk bela sungkawa untuk mengungkap rasa berkabung karena ditinggal keluarga yang telah meninggal. Tentu berbeda halnya dengan orang lain, jika saat duka, umumnya orang-orang akan menangis untuk mengungkapkan kesedihannya. Masyarakat Suku Dani menganggap tradisi ini merupakan simbol dari rasa sakit dan pedih kehilangan keluarga yang mereka sayangi.

Suku Dani menganut filosofi yang agung tentang jari tangan. Masyarakat Suku Dani menganggap jari tangan merupakan simbol kerukunan, kebersatuan dan kekuatan dalam diri manusia dan keluarga. Meskipun setiap jari tangan manusia mempunyai bentuk dan nama yang berbeda namun kebersamaan membuat tangan manusia berfungsi lebih sempurna untuk meringankan beban pekerjaan, seperti sebuah keluarga. Filosofi itulah yang membuat Suku Dani memotong jari mereka saat anggota keluarga meninggal. Alasan lainnya yaitu “Wene opakima dapilik welaikarek mekehasik” yaitu pedoman dasar hidup bersama dalam satu keluarga, satu marga, satu honai (rumah), satu suku, satu bahasa, satu leluhur, satu sejarah dan sebagainya.

Tradisi potong jari sangat penting bagi Suku Dani. Saat salah satu sanak keluarga meninggal, biasanya kaum ibu akan melakukan ritual potong jari, namun banyak juga kaum pria yang melakukan tradisi unik sekaligus menyeramkan tersebut. Luka yang ditinggal akibar jari terpotong baru akan sembuh jika jari sudah sembuh. Hal ini menjadi simbol kuatnya nilai kebersamaan bagi Suku Dani.
Cara yang digunakan dalam memotong jari pun beragam. Ada yang memotongnya menggunakan benda tajam, menggigit hingga putus, atau mengikat jari dengan seutas tali hingga jari mati rasa, baru kemudian dipotong. Terlepas dari itu semua, mereka yang melakukan ritual potong jari tak pernah menyesal melakukannya, justru sebaliknya hal itu menjadi penghormatan tertinggi bagi keluarga yang telah meninggal.

Selain tradisi potong jari, masyarakat Suku Dani juga memiliki tradisi lainnya yakni tradisi mandi lumpur. Tradisi ini sama halnya dengan tradisi potong jari yang sama-sama dilakukan saat berkabung. Tradisi Mandi lumpur mempunyai arti bahwa setiap manusia yang meninggal kembali ke alam, manusia berasal dari tanah dan kembali ke tanah.

Namun saat ini tradisi potong jari sudah tidak dilakukan lagi, hal ini seiring pengaruh perkembangan budaya dan agama. Namun sisa tradisi ini masih bisa anda jumpai dimana beberapa kaum lelaki dan wanita yang tidak memiliki jari.

Related Articles

Add Comment