Tradisi Tato Suku Dayak

Category: Tempat Wisata 193 0

Tradisi Tato Suku Dayak

Suku Dayak – Adalah salah satu suku yang hidup dan tinggal di pedalaman Pulau Kalimantan, Indonesia. Suku Dayak terkenal dengan beragam tradisi dan budayanya. Salah satu tradisinya yang cukup dikenal adalah tradisi tato atau rajah pada tubuh mereka. Tato merupakan seni rajah tubuh yang telah ada sejak zaman dahulu, terutama bagi Suku Dayak, tradisi ini tak hanya memiliki aspek seni, melainkan juga aspek spiritual, sosial, budaya serta sebagai salah satu bentuk penghargaan suku terhadap kemampuan seseorang. Namun tak semua suku dayak mengenal tradisi tato, misalnya saja Suku Dayak Meratus di Kalimantan Selatan.

Tradisi tato bagi suku dayak bukanlah hal yang mudah, tidak semua orang di Suku Dayak dapat membuat tato di tubuh mereka. Tato bagi Suku Dayak memiliki makna sebagai obor atau penerang jalan dalam menuju keabadian setelah proses kematian. Hal ini pula yang menjadikan tato dianggap sakral oleh Suku Dayak.

Dahulu proses pembuatan tato Suku Dayak dilakukan dengan menggunakan duri pohon jeruk dan jelaga dari periuk yang berwarna hitam. Namun seiring perkembangan zaman, penggunaan duri digantikan dengan jarum. dalam membuat tato pun tak boleh sembarangan. Membuat tato bagi Suku Dayak harus memperhatikan serta mematuhi aturan-aturan yang berlaku seperti pemilihan gambar, posisi penempatan gambar maupun struktur sosial orang yang akan ditato.

Contohnya saja, tato yang dibuat di sekitar jari tangan, tato tersebut menunjukkan bahwa orang tersebut ahli dalam pengobatan atau suka menolong. Jumlah tato pun memiliki arti tersendiri. Semakin banyak tato di tangan maka menunjukkan semakin ahli orang tersebut di bidang pengobatan. Hal tersebut berlaku bagi suku Dayak ang tinggal di perbatasan antara Kalimantan dan Sarawak Malaysia.

Sedangkan bagi masyarakat Suku Dayak Kenyah dan Dayak Kayan yang ada di Kalimantan Timur, semakin banyak tato pada seseorang menunjukkan bahwa orang tersebut sudah sering mengembara. Proses pemilihan gambar pun harus memperhatikan aturan yang berlaku. Contohnya saja untuk tato bergambar burung Engga (burung khas Kalimantan), tato dengan gambar ini merupakan motif yang biasa digunakan untuk para bangsawan. Burung Enggan dipercaya oleh masyrakat Suku Dayak Kenyah sebagai perlambang kegagahan, keperkasaan, kharisma serta kejayaan. Cara pembuatannya pun berbeda antar kaum bangsawan dengan orang biasa. Pembuatan tato pada kaum bangsawan biasanya lebih halus dan detail.

Sebenarnya tradisi tato di Indonesia sudah ada sejak zaman dahulu. Bahkan tato dianggap pertama kali dibuat di Indonesia yakni di mentawai.

Related Articles

Add Comment