Hak – Hak Penumpang Ketika Pesawat Delay

Category: Tips Wisata 43 0

Istilah delay sering kita dengar, terutama untuk penerbangan. Biasanya delay terjadi dikarenakan faktor teknis ataupun cuaca. Tentu kita sebagai penumpang pesawat tak ingin jadwal penerbangan kita terkena delay. Namun jika delay tak bisa terhindarkan lagi, anda harus tahu mengenai kompensasai yang didapat jika terkena delay. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara. Berikut ini kami rangkumkan peraturan terkait yang diolah dari utiket.com.

Hak - Hak Penumpang Ketika Pesawat Delay

 

Peraturan Menteri Perhubungan
Ganti rugi yang wajib diberikan oleh maskapai kepada penumpang, sebelumnya telah diatur dalam Pasal 36 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara.

Ketentuan peralihan dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 77 Tahun 2011 memang tidak menyatakan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 25 Tahun 2008 tidak berlaku. Hanya saja ketentuan ganti kerugian yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 77 Tahun 2011 harus sudah mulai diberlakukan tiga bulan sejak tanggal 8 Agustus 2011.

Pasal 2 huruf e dalam peraturan tersebut menjelaskan bahwa maskapai wajib bertanggung jawab atas kerugian terhadap keterlambatan angkutan udara. Sedangkan dalam Pasal 9 dijelaskan bahwa keterlambatan angkutan udara mencakup keterlambatan penerbangan (flight delayed), tidak terangkutnya penumpang dengan alasan kapasitas pesawat (denied boarding passanger) serta pembatalan penerbangan (cancelation of flight).

Hak-Hak Penumpang
Sedangkan ketentuan jumlah ganti rugi untuk penumpang atas keterlambatan penerbangan diatur dalam Pasal 10 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 77 Tahun 2011. Hak-hak penumpang tersebut meliputi :

Delay Lebih dari 4 Jam
Penumpang berhak menerima ganti rugi sebesar Rp 300.000 per penumpang dari maskapai bila penumpang mengalami keterlambatan lebih dari empat jam.

Rerotuing
Penumpang berhak mendapatkan ganti rugi sebesar 50 % dari Rp 300.000 oleh maskapai, bila maskapai menawarkan tujuan lain terdekat dengan tujuan akhir penumpang (rerouting). Dalam hal ini, maskapai juga wajib menyediakan tiket penerbangan lanjutan/transpotasi lain hingga sampai ke tempat tujuan bila tidak ada moda transportasi lain selain angkutan udara.

Penumpang Bebas Biaya Tambahan
Penumpang berhak dibebaskan dari biaya tambahan, bila maskapai mengalihkan penerbangan ke penerbangan selanjutnya atau ke penerbangan milik badan usaha niaga berjadwal lainnya. Penumpang juga berhak mendapatkan peningkatan kelas pelayanan (upgrading class). Bila penumpang mengalami penurunan kelas, maka maskapai wajib memberi sisa uang kelebihan dari tiket yang sudah dibeli oleh penumpang.

Pengecualian
Meski demikian, maskapai dapat dibebaskan dari tanggung jawab atas ganti rugi akibat keterlambatan penerbangan apabila keterlambatan tersebut disebabkan oleh faktor cuaca atau teknis operasional. Hal ini juga telah diatur dalam Pasal 13 ayat 1 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 77 Tahun 2011.

 

Related Articles

Add Comment