Tips Mudah Membuat E-Paspor

Category: Tips Wisata 729 0

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, tertanggal sejak 1 Desember 2014 kita tak perlu lagi mengajukan visa kunjungan ke negeri matahari terbit, Jepang. Hal ini merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah jepang dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya Indonesia. Jadi mulai saat ini anda tak perlu repot-repot mengajukan visa kunjungan ke Negeri Sakura karena sekarang cuma tinggal mendaftarkan e-paspor ke Kantor Kedutaan Besar Jepang atau Konsulat Jepang di Indonesia. Tapi apakah anda sudah tahu apa itu e-paspor?

 

Screenshot 2015-02-24 11.48.47

E-Paspor atau Paspor elektronik adalah paspor yang memiliki data biometrik sebagai salah satu unsur pengaman paspor. E-Paspor merupakan pengembangan dari paspor yang selama ini banyak dipegang masyarakat, yang di dalamnya terdapat chip yang berisi pemegang paspor berikut data biometrik-nya. Perbedaan antara e-paspor dengan paspor biasa yang bisa dilihat secara fisik adalah adanya chip yang digunakan untuk menyimpan data biometrik si pemilik paspor.

E-paspor sendiri bukanlah hal yang baru, penggunaan e-paspor telah berlaku di beberapa negara seperti Malaysia, Amerika Serikat, Australia, Inggris, Jepang, Selandia Baru, Swedia, dan lainnya. Penggunaan e-paspor dianggap lebih aman ketimbang paspor biasa yang sering kali dipalsukan. Selain itu pemegang e-paspor pun tak perlu antre di pintu pemeriksaan dan bisa langsung menuju autogate di bagian penerbangan internasional.

Lantas bagaimanakah cara membuat e-paspor? Sebenarnya cara membuatnya tidaklah sesulit yang anda bayangkan. Berikut ini langkah-langkahnya.

Pertama anda harus menyiapkan beberapa dokumen sebagai persyaratan pembuatan e-paspor, antara lain:
– KTP
– Kartu Keluarga (C1)
– Akta kelahiran / Ijazah Terakhir
– Paspor lama (jika ada)
– Surat rekomendasi dari tempat kerja (jika ada)
– Surat nikah (jika sudah menikah)
– Surat ganti nama (jika ada)

Dokumen-dokumen tersebut di atas nantinya anda bawa ke kantor imigrasi. Untuk pembuatan e-paspor, anda tak bisa melakukan pendaftaran secara online. Jika sebelumnya dalam pembuatan paspor biasa bisa mendaftar secara online, maka berbeda dengan pembuatan e-paspor. Ketentuan tersebut dihapus mulai februari tahun ini. Bagi anda yang  sudah memiliki paspor biasa dan ingin menggantinya dengan e-paspor, syarat pengajuannya sama dengan melakukan perpanjangan paspor hanya terdapat perbedaan pada biaya.

Setelah dilakukan pemeriksaan berkas, wawancara dan foto, kamu tinggal membayar biaya pengurusan di bank yang ditunjuk, yakni BNI, lalu kembali ke kantor imigrasi beberapa hari kemudian untuk mengambil paspor. Untuk mengurus e-paspor, biaya yang harus disiapkan sebesar Rp 655.000, dengan perincian pembuatan e-passport 48 halaman Rp 600.000 dan  jasa sistem berbasis biometrik Rp 55.000.

Namun untuk saat ini pembuatan e-paspor hanya bisa di kantor imigrasi tertentu, diantaranya:

1. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan

2. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat

3. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta

4. Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat

5. Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara

6. Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Priok

7. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya

8. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam

Nah itu tadi tips membuat e-paspor dengan mudah. Yuk siapkan destinasi wisata anda selanjutnya!

Related Articles

Add Comment